Metromedannews.co, Medan - Kurangnya pengawasan dan keamanan di Live Musik Batak Song (Hotel Danau Toba/Dantob) Jalan Imam Bonjol Medan, berakibat fatal hingga berujung makan korban. Buktinya, baru-baru ini seorang pengunjung berinisial RS menjadi korban pengeroyokan sadis sampai mengalami luka-luka parah pada bagian kepala dan telinga nyaris putus.
Akibat peristiwa itu, RS tengah proses pemulihan psikologis untuk menyembuhkan luka batin, mengurangi dampak emosional dan mengatasi ketakutan akibat pengalaman traumatis (Trauma Healing).
Baca Juga:
Pelaku Pengeroyokan Tak Kunjung Ditangkap, Korban Akan Demo Besar-besaran di Mapolrestabes Medan
Ironisnya, pasca pengeroyokan itu disaksikan petugas (karyawan) Live Musik Batak Song dan pengunjung lain. Namun, pihak Batak Song terkesan ada mengabaikan apa sudah dialami RS (korban).
"Saya datang ke situ (Live Musik Batak Song) untuk bersantai dan nyaman mendengar musik lagu-lagu Batak bukan mengharapkan pengeroyokan," ujar RS kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
"Sudah saya dikeroyok hingga luka-luka parah, sedikit pun tidak ada kepedulian maupun pertanggungjawaban pihak Batak Song," tambahnya.
Baca Juga:
Brutal!!! Seorang Pengunjung THM di Jalan Imam Bonjol Medan Dikeroyok 10 Pria
Maka dari itu, kata RS, pihaknya akan melaporkan Live Musik Batak Song ke pihak yang berwenang untuk menutup ataupun mencabut izin operasionalnya.
Karena, menurut RS, pihak Live Musik Batak Song tidak mengutamakan keamanan serta kenyamanan pengunjung bahkan diduga lebih mengutamakan keuntungan besar.
"Pihak Live Musik Batak Song bisa dibilang lebih memikirkan keuntungan daripada keamanan dan kenyamanan pengunjung. Karena sudah terbukti seperti yang saya alami saat ini," pungkasnya.