Metromedannews.co, Medan - Bencana menyebabkan Perusahaan berhenti beroperasi di Tiga Provinsi yang terdampak bencana. Salah satunya Perusahaan pengolahan Kayu yang selama ini menjadi tempat mencari Makan Warga.
Salah satu perusahaan pengolahan Kayu di Tapanuli Tengah telah merumahkan dan Memutus kerja (PHK) lebih dari 1000 Karyawan Akibat Terputusnya Bahan Baku Kayu.
Baca Juga:
Respons Keras Ketua Projo Darwis Zendrato ke Anggota DPRD Sumut soal "Nias Merdeka"
Data di Lapangan, Jalan dan jembatan akses untuk transportasi Truk yang tidak kunjung selesai diperbaiki mengakibatkan rantai logistik terputus, beberapa perusahaan yang terdampak di Tap. Tengah dan sekitarnya telah berhenti beroperasional akibat tidak bisa menerima Bahan Baku dan hasil Produksi tidak dapat dikirim.
Dampak Bencana Banjir dan Longsor yang melanda Tapanuli Utara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Aceh dan Nias berdampak langsung kepada Warga. Kementerian Kehutanan seharusnya cepat mencari solusinya,
Warga yang menggantungkan hidupnya bekerja di Pabrik pengelolaan Kayu terancam Pengangguran (PHK) besar-besaran. Ini bisa mengakibatkan Aksi Massa yang Anarkis.
Baca Juga:
Tanggapi Mensos, Denny Sumargo Nilai Penggalangan Dana Bencana Sebaiknya Berizin
"Kami minta Pemerintah tetap Fokus kepada Kemanusiaan, bukan mempersulit pengiriman Kayu. Kami warga hanya ingin kerja," ujar Warga, Rabu (31/12/2025).
Apa sebab warga berkata demikian? Karena tertutupnya SIPUHH akan menghentikan pengiriman Kayu ke Perusahaan. Tentunya, kalau perusahaan tidak ada Kayu, pasti tutup.
"Kami pasti di PHK. Pengangguran.