“Ada indikasi praktek narkoba di tempat ini akan dihidupkan kembali dengan pola yang berbeda. Dahulunya, di tempat ini barak - barak narkoba secara terbuka dan terang - terangan, kali ini kami mendeteksi para pelaku ingin mencoba pola baru dengan berkamuflase di dalam bangunan kosong” ungkap Rafli.
Agar praktek terdahulu tidak terulang, tim gabungan Polrestabes Medan kemudian menghancurkan beberapa kursi dan meja, yang disita dari sebuah bangunan kosong. Kursi dan meja itu, kemudian dibakar agar tidak lagi dapat digunakan.
Baca Juga:
Dibalik Tewasnya ASN di Apartemen Medan, Polisi Temukan Modus Pemerasan dan Jejak Konsultasi AI
“Kami akan per sempit ruang gerak narkoba di tempat ini, akan kita kikis dari hulu sampai hilir. Jermal ini merupakan daerah pantauan kami, tidak akan ada ruang bagi setiap pelaku narkoba,” tambah Rafli.
[ REDAKTUR : HADI ]