Metromedannews.co, Medan - Ketua Bidang Politik dan Demokrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, Ilham Panggabean menyoroti serius maraknya dugaan praktik perjudian tembak ikan bermerek 'AB' yang hingga saat ini masih beroperasi di sejumlah wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Informasi yang beredar luas di tengah masyarakat menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan lagi isu baru, melainkan persoalan yang telah berulang kali menjadi perhatian publik, namun belum terlihat adanya penindakan yang efektif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Polres Pelabuhan Belawan Diduga Lindungi Judi Tembak Ikan "AB", Ini Lokasinya!
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen penegakan hukum terhadap praktik perjudian yang secara nyata merusak tatanan sosial masyarakat. Apalagi, berbagai laporan warga menyebutkan bahwa keberadaan lokasi-lokasi perjudian tersebut telah memicu diduga keresahan publik, meningkatkan potensi tindak kriminalitas, serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Belawan, Marelan, dan Hamparan Perak.
"Kami juga mencermati adanya aksi diduga penggerebekan dan perusakan mesin tembak ikan yang dilakukan oleh sejumlah organisasi kepemudaan bersama masyarakat. Tindakan tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan warga yang merasa aspirasinya tidak mendapatkan respons yang memadai dari aparat penegak hukum (APH). Meski demikian, penegakan hukum tetap harus dilakukan melalui mekanisme yang sah dan menjadi tanggung jawab penuh institusi yang berwenang," tegas Ilham Panggabean, Jumat (19/6/2026).
HMI Cabang Medan juga mendesak Polres Pelabuhan Belawan untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik terkait berbagai dugaan yang berkembang, termasuk mengenai masih beroperasinya jaringan perjudian tembak ikan merek 'AB' di sejumlah titik yang telah disebutkan masyarakat.
Baca Juga:
KPSKN PIN RI Sumut Menilai Polsek Hamparan Perak Lindungi Judi Tembak Ikan "AB"
" Transparansi dan tindakan konkret sangat diperlukan guna menghilangkan spekulasi liar serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum," ujarnya.
Sebagai organisasi mahasiswa yang konsisten mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan kepentingan masyarakat, HMI Cabang Medan meminta agar seluruh bentuk perjudian tanpa pandang bulu ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Negara tidak boleh kalah terhadap praktik-praktik yang berpotensi diduga merusak moral, mengganggu stabilitas sosial, dan mengancam keamanan masyarakat. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat langkah nyata yang mampu memberikan kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat," tandasnya.