Metromedannews.co, Medan - Sejumlah warga Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai khususnya di Jalan Rawa Cangkuk Tiga menyampaikan akan melaporkan siapa saja pihak khususnya pelapor yang telah menuduh Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, ST dengan dugaan pengeroyokan terhadap seorang penjaga malam, Muhammad Yakub disalah satu perumahan kecamatan tersebut.
Sebab menurut warga tuduhan yang beritanya telah mencuat di sejumlah media dan viral di media sosial (medsos) tersebut sama sekali tidak benar dan tak sesuai dengan fakta kenyataan yang ada.
Baca Juga:
Kasus Dua ‘Matel’ Tewas Dikeroyok, OJK Buka Suara
Penegasan itu disampaikan Bayu Melvan di sekitar lokasi kejadian Jalan Rawa Cangkuk Tiga, Kamis (8/1/2026) malam saat memberikan keterangan pers didampingi sejumlah warga yang menyaksikan langsung di lokasi kejadian.
Penegasan ini disampaikan mereka menyikapi pemberitaan “Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Saputra dilaporkan ke Polrestabes Medan. Hal itu juga berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/B/4038/XI/2025/SPKT tertanggal 21 November 2025.
“Perlu kami sampaikan bersama bahwa pemberitaan yang menyebutkan bahwa pak Edi Saputra melakukan pengeroyokan sebagaimana dituduhkan oleh saudara Pelapor bernama Yakub samasekali tidak benar. Kami menduga pelapor sengaja membawa-bawa nama pak Edi.Saputra, yang kebetulan saat kejadian memang berada di lokasi yang semata-mata untuk melerai dan mendudukkan persoalan yang selama ini dipertanyakan warga terhadap saudara pelapor,” tegas Bayu Melvan.
Baca Juga:
Kerusuhan TMP Kalibata Rugikan Rp1,2 Miliar, Dipicu Kematian Dua Mata Elang
Bayu Melvan menjelaskan, kejadian sebenarnya yakni, saat itu wakil rakyat dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut datang ke lokasi yang (berdekatan dengan rumahnya) setelah mendengar ada keributan atau pertengkaran mulut sejumlah warga bersama dirinya dengan Pelapor, yang mempertanyakan seputar seringnya kejadian aksi kemalingan di lingkungan tersebut.
” Wajar sejumlah warga mempertanyakan kepada pelapor karena dia merupakan petugas jaga malam yang belakangan ini warga mempertanyakan kepada pelapor tersebut seputar seringnya terjadi kemalingan,”katanya.
Disebutkan, saat adaya pertengkaran dengan pelapor tersebut membuat Edi Saputra ikut mendatangi sumber keributan karena rumahnya juga bersampingan dengan lokasi kejadian.
“Tapi sangat kita sayangkan, pelapor malah menuduh saya ada melakukan kekerasan fisik terhadap pelapor bahkan melibatkan nama pak Edi Saputra ikut dalam laporan yang disampaikan pelapor ke kepolisian,” jelas Bayu Melvan.
Untuk itu, Bayu Melvan menegaskan dirinya bersama kalangan warga akan segera membuat laporkan balik kepada Pelapor ke kepolisian, yang dinilai telah membuat laporan palsu.
” Saya sangat tidak terima dituduh melakukan kekerasan fisik terhadap pelapor,apalagi.membawa-bawa nama pak Edi Saputra terlibat melakukan aksi pengeroyokan terhadap pelapor,” katanya sembari memberikan dan mempersilahkan pers dan publik melihat rekaman video CCTV di lokasi kejadian yang samasekali tidak adanya sedikitpun aksi kekerasan terhadap pelapor.
Hal itu diakui dan diperkuat oleh seorang warga mengaku bernama Muhammad Syukri, yang melihat langsung di lokasi kejadian. Sukri mengaku dirinya keluar rumah mendengar ada pertengkaran mulut antara pelapor dengan warga.
“Saya sama sekali di kejadian tersebut tidak ada melihat adanya aksi kekerasan, yang ada itu hanya pertengkaran mulut saja. Yakni mempertanyakan kepada pelapor seputar belakangan ini di lingkungannya sering terjadi kehilangan, makanya warga mempertanyakan ke Yakub,” tegasnya.
“Jadi saya menduga ada pihak yang sengaja mendeskreditkan pak Edi. Karena kami berada di lokasi dan sama sekali tidak ada pak Edi melakukan penganiayaan,” tegasnya lagi.
Hal senada juga disampaikan Zulfadli yang juga warga Lingkungan 15 yang juga melihat tidak ada pemukulan dalam kejadian tersebut. “Saya hanya melihat ada keributan dan saya keluar, rumah. Tapi intinya saya pastikan tidak ada pemukulan dan pencekikan,”tukasnya.
Begitu juga disampaikan Jumiati seorang warga yang rumahnya persis berada di depan lokasi kejadian. *Iya saya pastikan dalam kejadian itu samasekali tidak.ada aksi kekerasan apalagi dilakukan oleh pak Edi Saputra. Yang ada yakni warga mengakui selama ini resah terhadap seringnya aksi kemalingan, sehingga mempertanyakan kepadanya (pelapor),”sebutnya.
Aksi seringnya kemalingan di lingkungan rumah warga tersebut juga diakui oleh warga lainnya bernama Iriani. “Selama ini kami warga sudah resah sering terjadi kehilangan,.khususnya saya sudah pernah hilang kipas angin hingga ampli masjid,”katanya.
Untuk itu, atas kejadian tersebut kalangan warga dalam waktu dekat akan segera melaporkan balik kepada pelapor termasuk.melaporkan keresahan yang dialami warga selama ini.
Merasa Dirugikan
Pada kesempatan itu, Arifani, Penasehat Hukum Bayu Melvan yang hadir dalam keterangan pers tersebut juga menyampaikan pihaknya siap memberikan bukti sebenarnya ke pihak polisi. ” Tidak ada seperti yang dilaporkan oleh pelapor, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Menurut kami ini sudah tendensius tidak sesuai dengan fakta sebenarnya yang sengaja ingin mencemarkan atau merusak nama baik pak Edi Saputra sebagai anggota dewan,” tegasnya.
Untuk itu, dia berharap aparat hukum bisa bekerja secara profesional. “Kalaupun ada laporan seperti itu mudah-mudahan proses penyelidikan dan penyidikan bisa dilaksanakan dengan baik yakni dengan bukti dan fakta yang sebenarnya,” sebutnya.
Sebelumnya Pelapor Muhammad Yakub dalam laporan dan pemberitaan menyebut Edi Saputra diduga melakukan pencekikan pada leher korban sambil menuduhnya mencuri sebuah kipas angin tuduhan yang dibantah keras oleh Yakub. Kekerasan dilaporkan berlanjut dengan menuduh keterlibatan dua orang lain berinisial Bayu dan seorang yang dipanggil “Kakek”.