Jejak pelaku mengarah ke seorang pria pengangguran yang tinggal tak jauh dari rumah korban, yakni SD. Ia dikenal warga sebagai sosok yang kerap mondar-mandir pada malam hari.
Sekitar pukul 03.00 WIB keesokan harinya, petugas bersama korban berhasil menemukan SD di sekitar Jalan Tuba II.
Baca Juga:
Terekam CCTV, Polsek Medan Area Bekuk Maling HP
Saat diinterogasi, ia mengakui telah membobol rumah korban bersama seorang rekannya berinisial IR yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Dari pengakuan tersangka, mereka menjual tabung gas hasil curian di kawasan Jalan Denai seharga delapan puluh ribu rupiah. Uangnya digunakan untuk makan dan membeli sabu-sabu," ujar Dwi.
Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan dan berhasil menemukan barang bukti utama berupa 28 unit laptop di sebuah rumah kosong tak jauh dari tempat tinggal SD.
Baca Juga:
Terkesan Dibiarkan, Judol Berkedok Warnet di Jalan Denai Eksis Beroperasi Tanpa Jeda
Di lokasi itu, petugas juga menyita sepasang pakaian dan sandal yang digunakan tersangka saat beraksi.
Namun saat hendak menunjukkan lokasi persembunyian rekannya, tersangka berulah. Ia memukul dada Panit 3 Opsnal, Ipda Khairi Maulana dan berusaha kabur dengan membuka pintu mobil petugas.
Polisi pun melepas tembakan peringatan, tetapi SD terus berlari hingga akhirnya dilumpuhkan dengan satu tembakan di kaki kanan.