Namun, ketika Masrah Sembiring datang, Hesty malah semakin marah dan membentak Panit.
"Panit saya nanya ada apa ini. Terus saya jelaskan saya manggil orang, ibu ini (Hesty) tidak ada saya panggil dan tidak ada kepentingan di dalam perkara," ujarnya.
Baca Juga:
Polwan Tampil Humanis di Balai Kota Medan, Dari Poster Damai Hingga Aksi Pungut Sampah
"Ada masalah apa buk ada yang bisa kami bantu kata Panit, dia langsung marah, bilang siapa kau rupanya, apa kepentingan mu, begitu pula nanya sama Panit saya," sambungnya.
Lebih lanjut, Kristin menuturkan lantaran ditanya-tanya Panit pun mencoba menjelaskan bahwa dia merupakan perwira yang bertugas di unit PPA. Tetapi, Hesty tidak menghiraukan nya.
"Nggak perlu ribu-ribut kata Panit saya, ibu tunggu saja di luar, nanti bakal diperiksa juga kalau memang ibu ada di tempat kejadian. Nggak usah kasih keterangan, jangan mau diperiksa, gitu ngomongnya," ungkap Kristin.
Baca Juga:
Brimob Hingga Kapolda Bergeser, Mutasi Besar-besaran Polri Sentuh 60 Perwira
Hesty yang tidak terima disuruh menunggu di luar, langsung mengeluarkan handphone nya dan mencoba mereka keadaan. Dan mengancam akan menelpon Kapolda Sumut, namun saat itu tidak diangkat.
"Dia mengeluarkan handphone, tapi saya sempat menutup kameranya. Dia ngotot memang pada saat itu, dia mencet nomor handphone Kapolda, sempat kita lihat dia telepon Kapolda, tapi tidak diangkat," katanya.
Saat itu, suasana pun semakin panas. Hesty mengamuk di ruangan penyidik tersebut dan merekam keadaan itu.